BANYUWANGI, (java66news.com) – Menyambut Hari Lahir (HARLAH) yang kedua, Majelis Gerakan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an (GEBRAQ) Hasan Al-Maliky 2 yang berlokasi di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, terus melakukan pembenahan. Langkah ini diambil demi meningkatkan mutu pelayanan bimbingan keagamaan bagi masyarakat sekitar.
Sebagai tempat belajar mengaji bersama (ngaji bareng) yang dikhususkan bagi orang tua dan remaja (dewasa), majelis ini berkomitmen untuk menjaga momentum syiar Islam agar masyarakat semakin giat dan merindukan majelis Al-Qur’an.
Kilas Balik dan Makna Lagu Panggilan
Pendiri sekaligus perintis GEBRAQ Hasan Al-Maliky 2 Yudomulyo, Rianto Agung Subekti—atau yang akrab disapa Kang Itong—mengungkapkan bahwa perjalanan majelis ini penuh dengan nilai historis. Majelis ini resmi didirikan pada Jumat Kliwon, 27 Juni 2025 Masehi, yang bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriyah.
“Lagu ‘GEBRAQ Hasan Al-Maliky Memanggil’ adalah goresan hati yang saya ciptakan sepekan sebelum peresmian tempat ini,” ujar Kang Itong kepada redaksi java66news.com.
Menurutnya, lantunan lagu tersebut sengaja diselipkan di setiap dokumentasi video kegiatan belajar mengajar sebagai pengingat emosional bagi para santri dan pengelola. “Itu adalah pengingat bahwa panggilan Al-Qur’an tidak boleh berhenti,” tambahnya.
Fasilitas dan 5 Materi Utama Seratus Persen Gratis
Menjelang HARLAH ke-2 yang insyaAllah jatuh pada Selasa Wage, 1 Muharram 1448 Hijriyah (bertepatan dengan 16 Juni 2026 Masehi), pihak pengelola menegaskan kembali bahwa seluruh program di majelis ini tidak dipungut biaya sepeser pun.

Tidak hanya ilmu, fasilitas pendukung seperti Al-Qur’an, buku, alat tulis, hingga konsumsi disediakan secara GRATIS untuk semua santri. Ada lima pilar materi utama yang diajarkan secara intensif di majelis ini:
Pembukaan dan Doa Sholat: Kegiatan selalu diawasi dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan bimbingan bacaan serta doa-doa sholat wajib (Takbiratul Ihram, Tasyahud Akhir, Doa Qunut, dan lainnya).
Ngaji Sorogan: Metode tatap muka di mana santri mendapatkan bimbingan tartil dan tajwid secara privat (satu per satu) langsung dari guru.
Kitab Sulam Safinah: Pendalaman fiqih dasar ibadah agar pemahaman mengaji dan praktik amal sehari-hari berjalan selaras.
Akhlaq dan Aqidah: Fokus pada pembentukan karakter Islami yang Qur’ani, sehingga santri tidak sekadar bisa membaca tetapi juga mengamalkannya.
Ruang Tanya Jawab: Menyediakan ruang diskusi terbuka bagi para santri untuk berkonsultasi mengenai pertanyaan keagamaan sehari-hari.
Sinergi Dermawan dan Investasi Akhirat
Saat ditanya mengenai keberlangsungan operasional majelis yang sepenuhnya gratis ini, Kang Itong mengaku bersyukur atas dukungan dari berbagai pihak. Sebagai putra daerah asli kelahiran Dusun Yudomulyo, ia bergerak merangkul para dermawan dan donatur yang memiliki visi serupa.
“Alhamdulillah, semua berjalan seperti air mengalir, bak gayung bersambut. Gerakan ini berangkat dari keprihatinan kami melihat masih banyak saudara Muslim yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Maka kami bergerak, kami panggil, dan kami layani,” jelas pria yang akrab disapa Kang Itong ini.
Pihak pengelola meyakini bahwa investasi terbaik dan paling berkah adalah investasi akhirat melalui syiar Al-Qur’an dan sedekah jariyah. Menatap usia yang kedua, GEBRAQ Hasan Al-Maliky 2 Yudomulyo menyatakan siap secara amanah untuk menerima serta menyalurkan bantuan sedekah jariyah dalam bentuk apa pun demi kemaslahatan umat.(J66/Red)
