PASURUAN, (java66news.com) – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Grati menggelar workshop bertajuk “Inovasi Pembelajaran Mendalam Berbasis Artificial Intelligence (AI)”. Kegiatan yang berpusat di SDN Kalipang II Grati ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan teknologi masa kini tanpa meninggalkan nilai-nilai Islami.
Acara yang berlangsung secara hybrid (Luring pada Rabu, 6 Mei 2026, dan Daring pada 7-8 Mei 2026) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan. Turut hadir memberikan dukungan, Kepala Seksi PAIS, H. Saiful Ali, M.Pd.I, serta Pengawas PAI Kecamatan Grati, Nguling, dan Kejayan, Mamik Nurul Lailiyah, S.Pd.I.
Hadir pula Korwilcam Pendidikan Grati, Sulis Purwaniati, M.Pd, Pengawas SD Kecamatan Grati, Yuli Astuti, M.Pd, serta Ketua K3S Kecamatan Grati, Slamet Hidayat, S.Pd.
Sinergi dan Transformasi Digital
Ketua KKG PAI Kecamatan Grati, Khoirul Khoridah, S.Pd.I, dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi guru PAI untuk terus berinovasi. Menurutnya, integrasi teknologi dalam ruang kelas adalah kunci untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi generasi Z dan Alpha.
“Kita harus bersinergi dan bertransformasi. Melalui workshop ini, kami ingin memastikan guru PAI tidak gagap teknologi, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang kokoh,” ujar Khoirul.
Menghadirkan Pakar AI
Workshop ini menghadirkan narasumber ahli, Eni Cahya Wijayanti, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, Eni menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat membantu guru dalam menyusun materi ajar yang kreatif, melakukan evaluasi pembelajaran yang lebih efisien, hingga menciptakan media pembelajaran interaktif yang menarik bagi siswa.
Para peserta yang berasal dari lingkungan KKG PAI Kecamatan Grati, Kejayan, dan Nguling tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka diajak mempraktikkan langsung penggunaan berbagai alat AI yang dapat diimplementasikan dalam kurikulum PAI.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru PAI mampu melahirkan inovasi-inovasi baru yang membuat pendidikan agama menjadi lebih dinamis, relevan, dan inspiratif di era digital.(Red)
