BANYUWANGI, (java66news.com) – Keindahan hidup tercermin dalam keikhlasan untuk saling mendoakan dan semangat membumikan Al-Qur’an. Hal inilah yang menjadi ruh dalam kegiatan Gerakan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an (GEBRAQ) “Hasan Al-Maliky” 2 yang berlokasi di Yudomulyo, Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi.
Dalam sebuah momen yang penuh kekhusyukan, para jamaah dan pengurus tampak bersatu dalam doa yang menyentuh hati. Gerakan ini bukan sekadar tempat belajar membaca Al-Qur’an, namun juga menjadi wadah penguatan spiritual bagi masyarakat sekitar.
Rianto Agung Subekti, atau yang lebih akrab disapa Kang Itong, menyampaikan bahwa esensi dari gerakan ini adalah kepedulian terhadap sesama, baik dalam aspek literasi kitab suci maupun dalam jalinan ukhuwah melalui doa.
“Indahnya hidup adalah ketika kita bisa saling mendoakan. Jika ada yang sedang gelisah, semoga ditenangkan hatinya. Jika ada yang punya masalah, semoga diberikan jalan keluar,” ungkap Kang Itong dalam pesan religiusnya.
Kegiatan GEBRAQ Hasan Al-Maliky ini menitikberatkan pada pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan tagline “Belajar Ngaji Bareng Membaca Al-Qur’an”, lembaga ini membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin memperbaiki bacaan dan memperdalam pemahaman agama.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang hadir, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang dengan tekun mengikuti arahan para pengajar. Suasana khidmat semakin terasa saat doa bersama dipanjatkan, memohon keberkahan dan kesehatan bagi seluruh umat.
Gerakan ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas, khususnya di wilayah Ringintelu dan sekitarnya, guna menciptakan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki kedalaman jiwa melalui Al-Qur’an.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau ingin bergabung dalam gerakan mulia ini, dapat menghubungi layanan informasi di nomor 0821 3149 1769.(Red)
