PASURUAN – java66news.com Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan bersama tim monitoring dan evaluasi (Monev) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyelenggarakan supervisi program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun, Sabtu (3/10/2026). Langkah ini difokuskan untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) serta Anak Berpotensi Putus Sekolah (ABPS) di wilayah Kecamatan Bangil.
Kunjungan lapangan tersebut menyasar tiga lembaga pendidikan secara berurutan, dimulai dari SD NU Bangil, SDN Pogar 1, dan diakhiri di SDN Kiduldalem I.

Monitoring dari kementerian ini bertujuan untuk memetakan serta memastikan pelaksanaan program Wajar 13 Tahun berjalan efektif di seluruh satuan pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD), baik negeri maupun swasta. Supervisi ini mendalami sejauh mana sekolah mampu mengidentifikasi, mencegah, dan menangani risiko anak putus sekolah sejak dini melalui integrasi data yang presisi.
Penyelia disambut antusias saat tiba di lokasi terakhir, SDN Kiduldalem I. Rombongan disuguhkan penampilan tari Puspitarum dan prosesi pengalungan bunga oleh seorang siswi, Mahayu. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Erwan Puryono, S.E., M.AP., serta tim penyelia kementerian yang terdiri atas Ira Mudianti, S.Pd. dan Ihwani Narzuki, M.Pd.

Kepada java66news.com, Kepala SDN Kiduldalem I, Diana Yulia, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa agenda Monev ini merupakan sarana penting untuk menyelaraskan program kementerian dengan kondisi riil di sekolah.
“Kunjungan monitoring dan evaluasi dari kementerian serta Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan ini menjadi momentum berharga bagi kami. Kami dapat memaparkan instrumen program Wajar 13 Tahun, berbagai upaya pencegahan, hingga praktik baik (best practice) yang selama ini telah diimplementasikan di lembaga kami,” tutur Diana Yulia di kantornya.
Dalam wawancara mendalam di ruang kerja kepala sekolah, tim kementerian yang diwakili Ira Mudianti dan Ihwani Narzuki meninjau efektivitas instrumen Wajar 13 Tahun, pemutakhiran dasbor data ATS, serta pelaksanaan program inklusi (PRESISI). Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan anak-anak rentan dan berkebutuhan khusus di tingkat SD tetap mendapatkan hak akses pendidikan tanpa hambatan.
Pada saat bersamaan, Erwan Puryono melakukan peninjauan kelayakan sarana dan prasarana (sarpras) ke area lingkungan sekolah dan ruang-ruang kelas. Langkah ini dilakukan guna menyurvei kesiapan fasilitas pendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta mendokumentasikan kebersihan lingkungan sekolah.
Sinergi antara tim teknis kementerian, dinas pendidikan daerah, dan pihak sekolah ini diharapkan dapat mempercepat validasi data ATS, mengoptimalkan Gerakan Ayo Kembali Sekolah, serta menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Pasuruan secara berkelanjutan.(Ebs/Puj)
