PASURUAN java66news.com – Memasuki usia ke-9, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Pasuruan menggelar serangkaian kegiatan peringatan milad bertajuk “Nawabhakti Cendekia” dengan mengusung tema “Mengakar pada Tradisi, Menjulang dalam Prestasi, Memancarkan Maslahat bagi Negeri”.

Kepala MAN IC Pasuruan, Dr. Ahmad Zamroni, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan usia ke-9 ini bukan sekadar momentum seremoni, melainkan pendorong semangat untuk terus meningkatkan kontribusi pendidikan di Indonesia.

“Pengembangan karakter menjadi pokok utama dalam membangun sumber daya manusia yang ideal untuk menjawab tantangan masyarakat. Selain nilai islami sebagai fondasi, nilai nasionalis juga menjadi pilar keberhasilan MAN IC Pasuruan sebagai lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat dan pemerintah,” ujar Dr. Ahmad Zamroni, S.S., M.Pd., kepada java66news.com.

Beliau menambahkan bahwa nama Nawabhakti Cendekia disintesis dari nilai-nilai luhur kebudayaan Nusantara dan cita-cita akademis modern. Angka sembilan (Nawa) merefleksikan sembilan laku pengabdian (Bhakti) seluruh civitas akademika dalam melahirkan lulusan unggul yang berkarakter santri dan berwawasan global.

Rangkaian kegiatan milad ke-9 ini diselenggarakan secara luring dan daring dengan melibatkan civitas akademika, alumni, komite madrasah, pejabat Kementerian Agama, serta masyarakat luas.

Rangkaian acara diawali dengan pendaftaran kompetisi esai (essay competition) tingkat SMP/MTs pada 1–15 September 2026. Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan olahraga bersama IC Pas Run 3k & 5k pada Kamis (1/10/2026), serta agenda spiritual berupa tasyakuran dan Khotmil Qur’an pada Jumat (2/10/2026). Rangkaian peringatan milad ini akan ditutup dengan gelaran Cendekia Innovation Expo dan Show (CIES) pada Kamis (15/10/2026).

Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan milad ke-9 ini juga menjadi sarana bagi pelajar tingkat SMP/MTs se-Jawa Timur untuk mengukir prestasi melalui ajang Nawabhakti Research & Science Competition.

Dr. Ahmad Zamroni mengharapkan peringatan milad ini mampu memotivasi civitas akademika untuk terus melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara iman dan takwa (Imtak) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). (Ebs/Puj)
