Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Wonocolo Sidoarjo: Kolaborasi Jam’iyah dan Warga Tampilkan Unes Orchestra

Admin · 27 Sep 2026, 14:13 WIB · 65 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Wonocolo Sidoarjo: Kolaborasi Jam’iyah dan Warga Tampilkan Unes Orchestra

SIDOARJO – java66news.com Meskipun diselenggarakan di luar bulan Rabiul Awal, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Gang Kecil Wonocolo GG 8, RT 01/RW 01, Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026) malam, berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Ratusan jemaah serta warga sekitar memadati lokasi acara hingga meluber.

Kegiatan ini diprakarsai oleh jemaah Majelis Dzikir Taubat Nur Ilahi (MD TNI) pimpinan Gus Affandi yang berkolaborasi dengan warga RT 01/RW 01.

Dalam sambutannya, Gus Sholikan yang mewakili pimpinan MD TNI mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jemaah serta warga Wonocolo. Ia menuturkan bahwa acara tersebut terlaksana dengan baik meskipun dengan persiapan yang tergolong mendadak.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Walaupun penyelenggaraan acara ini bisa dikatakan tanpa perencanaan yang matang, suasana tetap khidmat dan jemaah yang hadir tetap meluber,” ujar Gus Sholikan.

Perpaduan Musik Sakral dan Modern

Acara diawali dengan lantunan salawat Nabi. Suasana terasa semakin istimewa dengan kehadiran Unes Orchestra (merupakan gabungan alumni Unesa, dan mahasiswa, Unesa yang mendirikan group orchestra) yang mengiringi grup hadrah. Perpaduan harmonis antara irama hadrah, musik orkestra, dan gamelan Jawa menciptakan nuansa yang sakral sekaligus modern di sepanjang perhelatan.

Pada sesi tausiah, pendiri Pondok Pesantren Tanpo Nama, Gus Amir, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya makna “DUIT” dalam kehidupan seorang muslim, yang merupakan singkatan dari:

D (Doa): Doa adalah senjata dan pedang bagi kaum muslim untuk berkomunikasi dengan Sang Khalik. Umat Islam diimbau untuk tidak pernah berhenti berdoa.

U (Usaha): Selain berdoa, setiap muslim wajib berusaha secara maksimal demi terwujudnya harapan dan doa yang dipanjatkan.

I (Istiqomah): Sikap konsisten untuk terus berdoa dan berusaha tanpa mengeluh, meskipun harapan belum terwujud.

T (Tawadhu): Sikap rendah hati (andhap asor). Jabatan maupun kekayaan tidak boleh membuat seseorang sombong dan merendahkan sesama, sebab di hadapan Allah SWT semua manusia setara dan hanya ketakwaan serta amal ibadah yang membedakan.

Lebih lanjut, Gus Amir menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarsesama serta membudayakan sikap saling membantu. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak sekadar memamerkan harta, melainkan aktif mengulurkan bantuan dan bersedekah kepada kerabat, teman, maupun tetangga yang membutuhkan.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut ditutup dengan pembacaan doa oleh Gus Amir. Meski disampaikan secara singkat, doa yang dipanjatkan mampu menyentuh hati hingga meneteskan air mata para jemaah dan warga yang hadir.(Edy/Ebs)

65 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *