Mendidik Lewat Coretan: Menumbuhkan Budaya Literasi dan Berbagi Karya dari Pasuruan

Admin · 15 Sep 2026, 11:05 WIB · 66 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Mendidik Lewat Coretan: Menumbuhkan Budaya Literasi dan Berbagi Karya dari Pasuruan

PASURUAN, java66news.com – Budaya menulis bukanlah hal baru yang hanya ditemui di bangku sekolah, melainkan sebuah kebiasaan yang tumbuh sejak masa kanak-kanak. Berangkat dari kepedulian terhadap pengembangan literasi digital dan semangat berbagi ilmu, pegiat literasi lokal sekaligus pengusaha UMKM Pasuruan, Rudi (pemilik usaha Es Doger Cak Edo), mengulas pentingnya konsistensi membaca dan menulis sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan, Selasa (15/9/2026).

Menulis merupakan proses mengekspresikan gagasan yang telah dibentuk sejak dini. Aktivitas anak-anak yang gemar mencoret-coret dinding rumah pada dasarnya merupakan stimulasi awal dari pembentukan karakter dan kebiasaan (habit) menulis. Kendati sebagian orang tua menganggap hal tersebut mengganggu estetika rumah, kebiasaan awal itu menjadi pijakan penting sebelum anak memasuki pendidikan formal di sekolah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Proses mengasah kemampuan menulis secara terstruktur berlanjut melalui pembelajaran di sekolah. Keberhasilan budaya membaca dan menulis di lingkungan pendidikan sangat dipengaruhi oleh keteladanan para guru. Saat ini, semangat berkarya para pendidik semakin meningkat seiring pesatnya pelatihan penulisan buku, hadirnya komunitas literasi berbasis teknologi, serta penggunaan media sosial dan aplikasi perpesanan instan seperti WhatsApp sebagai sarana penulisan yang praktis.

Melalui kemudahan teknologi digital, para penulis dapat memanfaatkan fitur penataan format teks—seperti huruf tebal (bold), miring (italic), dan coret (strikethrough)—untuk menyusun artikel yang estetik, komunikatif, dan menarik bagi pembaca.

“Saling berbagi ilmu dan wawasan melalui tulisan tidak hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga mempererat silaturahmi. Ketika karya yang diunggah mampu menginspirasi sahabat literasi lainnya, hal itu menjadi nutrisi utama untuk terus berkarya,” ujar Rudi di Pasuruan.

Penguatan budaya literasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya para pendidik dan generasi muda di Pasuruan, untuk terus aktif menghasilkan karya-karya edukatif yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.(Ebs/Puj)

66 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *