PWI Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Aksi Lilin untuk 5 Wartawan Hilang di Selat Sunda

Admin · 11 Sep 2026, 03:41 WIB · 56 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
PWI Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Aksi Lilin untuk 5 Wartawan Hilang di Selat Sunda

NGANJUK, java66news.com – Puluhan wartawan bersama elemen masyarakat menggelar aksi solidaritas di halaman Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk, Kamis malam (10/9/2026). Kegiatan ini diisi dengan doa bersama dan penyalaan lilin untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput kawasan Gunung Anak Krakatau.

Aksi yang digagas PWI Kabupaten Nganjuk bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Nganjuk ini diikuti insan pers dan jajaran kepolisian, di antaranya Kasat Intelkam Polres Nganjuk AKP Joko Sutrisno serta Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadhi. Suasana khidmat terasa saat doa keselamatan dipimpin oleh Gus Chamid asal Berbek, Nganjuk.

Kelima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan yaitu:

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

M. Bagus Khoirunnas (Pewarta foto Antara)

Arie Basuki (Pewarta foto Merdeka.com)

Yudistiro Pranoto (Pewarta foto iNews.id)

Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency)

Donal Husni (Jurnalis lepas)

Ketua PWI Kabupaten Nganjuk, Bagus Jatikusumo, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan solidaritas dari insan pers daerah terhadap rekan seprofesi yang mengalami musibah saat bertugas.

“PWI Nganjuk bersama seluruh insan pers menyampaikan keprihatinan dan solidaritas yang mendalam. Kami berharap lima rekan kami segera ditemukan dalam keadaan selamat dan keluarga yang menunggu diberikan kekuatan,” kata Bagus.

Dalam kesempatan tersebut, PWI Nganjuk membacakan pernyataan sikap yang mendukung penuh upaya pencarian oleh Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait. Bagus juga mengingatkan pentingnya prioritas keselamatan dalam setiap tugas jurnalistik di lapangan.

“Tidak ada berita yang seharga nyawa. Keselamatan wartawan harus menjadi perhatian bersama, baik insan pers, perusahaan media, organisasi profesi, maupun pemerintah,” tegasnya.(Ebs/Puj)

56 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *