PASURUAN, (java66news.com) – Menginjak usia setengah abad, Yayasan Tarbiyah Islam (YTI) Nguling, Kabupaten Pasuruan, berkomitmen penuh untuk terus melangkah maju dalam menghadapi tantangan zaman. Mengusung tema “Mencapai Setengah Abad, Melangkah Maju, Menyongsong Perubahan Global dengan Pendidikan Islam untuk Generasi Abad-21”, YTI Nguling menggelar Resepsi Peringatan Tahun Emas Harlah Ke-50 dengan penuh khidmat pada Kamis (11/06/2026).
Acara monumental ini dihadiri oleh sederet tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Pasuruan HM. Shobih Asrori, Ketua Umum YTI Habib Muhammad Ridho Bafaqih, SE, M.Si, serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. Turut hadir pula perwakilan PBNU, Rois Syuriah PCNU Pasuruan, perwakilan Kodam V Brawijaya, jajaran Forkopimda Kabupaten Pasuruan, Forkopimcam Nguling, para kepala KUA, serta para habaib, masyayikh, dan tokoh masyarakat setempat.

Menata Peradaban Lewat Hati dan Ilmu
Dalam sambutannya yang sarat akan makna filosofis, Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jatim, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, menekankan bahwa ada dua pilar utama yang tidak boleh dipisahkan dalam membangun sebuah peradaban yang kokoh, yaitu hati dan ilmu.
“Akar pertama yang harus dirawat jika kita ingin menjaga peradaban adalah hati. Kita perlu memperkuat akidah generasi muda agar tumbuh Qolbun Salim (hati yang selamat/sehat), bukan Qolbun Maridhun (hati yang sakit). Ketika kita diberi amanah, maka tata hati kita dan jagalah amanah itu dengan baik,” ujar Akhmad Sruji Bahtiar di hadapan para hadirin.
Beliau juga menambahkan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab dan sifat amanah. Secara khusus, ia mengajak para pendidik untuk mulai mengenalkan filsafat kepada anak-anak agar mereka mampu berpikir kritis dan bijaksana dalam menghadapi dinamika global abad ke-21.

Momentum Evaluasi Setengah Abad Pengabdian
Lebih lanjut, Kakanwil Kemenag Jatim mengingatkan bahwa usia 50 tahun bukanlah perjalanan yang pendek, melainkan sebuah ikhtiar panjang yang patut disyukuri. Momentum emas ini harus dijadikan ajang refleksi dan evaluasi total bagi seluruh pengurus yayasan.
“Mari kita evaluasi bersama perjalanan 50 tahun ini. Apakah yayasan ini sudah jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya? Apakah kehadiran kita sudah memberikan kebajikan-kebajikan yang nyata bagi masyarakat sekitar?” tuturnya mengajak.
Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan tokoh agama untuk terus memberikan dukungan nyata kepada YTI Nguling, baik dalam bentuk doa maupun bantuan material, agar yayasan ini terus konsisten berjuang dan mengabdi di jalur pendidikan Islam.
Acara resepsi harlah ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Pasuruan, khususnya dalam mencetak generasi masa depan yang siap bersaing di kancah global tanpa kehilangan jati diri keislamannya. (J66/Red)
