Abuyya M. Hasan Syaibah: Jangan Sepelekan Ibadah Sunnah, Wajib dan Sunnah Bagaikan Badan dan Sayap Pesawat

Admin · 11 Jun 2026, 09:41 WIB · 14 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Abuyya M. Hasan Syaibah: Jangan Sepelekan Ibadah Sunnah, Wajib dan Sunnah Bagaikan Badan dan Sayap Pesawat

PASURUAN, (java66news.com) – Dalam menjalankan ibadah sehari-hari, sebagian umat Muslim terkadang masih terjebak dalam pola pikir yang memilah secara kaku antara ibadah wajib dan sunnah. Tidak jarang amalan sunnah dianggap sebagai perkara sekunder yang boleh diremehkan atau ditinggalkan begitu saja.

Merespons fenomena tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Abuyya M. Hasan Syaibah, pada Kamis (11/6/2026), memberikan untaian nasihat mendalam mengenai pentingnya menyelaraskan kedua amalan tersebut demi mencapai kesempurnaan iman.

Penyempurna yang Tak Kalah Utama

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, ibadah wajib memang sebuah kepastian yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim. Namun, amalan wajib tersebut dinilai tidak akan mencapai tingkat kesempurnaan jika tidak didampingi oleh amalan sunnah.

“Banyak sekali ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, bahkan keutamaannya tidak kalah dengan yang wajib,” tutur beliau.

Sebagai contoh, shalat tahajjud yang berstatus sunnah secara eksplisit termaktub keistimewaannya di dalam Al-Qur’an. Begitu pula dengan shalat sunnah qobliyah subuh, yang dalam hadis nabi disebutkan memiliki keutamaan lebih baik daripada dunia beserta isinya. Keagungan yang sama juga ditemukan pada amalan sedekah, di mana begitu banyak ayat Al-Qur’an yang menerangkan fadhilahnya.

Bagi seorang mukhlisin (orang-orang yang ikhlas) dan ahli ibadah, mereka tidak lagi sekadar mencukupkan diri pada yang wajib. Sebaliknya, mereka justru aktif menelisik amalan sunnah apa saja yang belum mereka kerjakan dalam kehidupan sehari-hari.

Analogi Tubuh Pesawat dan Sepasang Suami Istri

Untuk memudahkan umat dalam memahami keselarasan ini, Abuyya M. Hasan Syaibah memberikan analogi yang sangat menyentuh terkait hubungan antara ibadah wajib dan sunnah. Beliau mengibaratkannya seperti sebuah pesawat terbang.

“Ibadah wajib adalah badan pesawatnya, sedangkan ibadah sunnah adalah sayapnya. Sebuah pesawat tentu tidak akan pernah bisa terbang tinggi jika hanya memiliki badan tanpa sayap.”

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kombinasi antara wajib dan sunnah adalah “dua sejoli” yang saling melengkapi demi menciptakan harmoni spiritual. Keduanya bergerak bersama menuju satu tujuan akhir, yaitu meraih ridha Ilahi. Hubungan ini bak pasangan suami istri (pasutri) yang saling setia sehidup semati.

Melalui pesan spiritual ini, Abuyya M. Hasan Syaibah mengajak seluruh umat Muslim untuk mengubah paradigma dalam beribadah. Sudah saatnya umat tidak lagi berpikir parsial atau meremehkan salah satunya, karena baik wajib maupun sunnah adalah satu kesatuan utuh yang sama-sama penting dalam membentuk kesalehan yang hakiki. (J66/Red)

14 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →