JAKARTA — Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung selama dua hari memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 6,25 persen. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik dan dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian.
Gubernur Bank Indonesia menyatakan keputusan ini merupakan langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pertimbangan Utama
Beberapa faktor utama yang menjadi pertimbangan RDG antara lain kondisi inflasi yang masih dalam rentang target 2,5±1 persen, tekanan dari penguatan dolar AS di pasar global, serta perlunya menjaga daya saing ekspor Indonesia.
Bank sentral juga mencatat bahwa pertumbuhan kredit perbankan masih solid di kisaran 8-9 persen secara tahunan, menunjukkan kondisi likuiditas perbankan yang cukup terjaga.
Proyeksi ke Depan
BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9-5,3 persen. Inflasi diperkirakan tetap terkendali di kisaran 2,5 persen hingga akhir tahun.
Para analis pasar memperkirakan BI akan mulai mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada kuartal keempat 2026, seiring dengan meredanya tekanan inflasi global dan kebijakan The Fed yang mulai lebih akomodatif.
