Yadnya Kasada 1948 Saka: Masyarakat Tengger Panjatkan Doa Harmoni di Kawah Bromo

Admin · 1 Jun 2026, 21:31 WIB · 18 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Yadnya Kasada 1948 Saka: Masyarakat Tengger Panjatkan Doa Harmoni di Kawah Bromo

PROBOLINGGO, – (java66news.com) Masyarakat adat Suku Tengger kembali menggelar upacara ritual sakral Yadnya Kasada 1948 Saka yang berpusat di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Di tengah dinginnya kabut kawah aktif, ribuan warga lokal khusyuk memanjatkan doa demi terwujudnya kehidupan yang lebih harmonis, damai, serta dijauhkan dari segala bencana.

Rangkaian ritual yang berlangsung sejak akhir Mei hingga puncaknya pada Senin (1/6/2026) dini hari ini, berjalan dengan sangat khidmat di Pura Luhur Poten.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Poin-Poin Penting Yadnya Kasada 1948 Saka:

Ritual Mendak Tirta: Prosesi diawali dengan pengambilan air suci dari sumber mata air sakral di lereng Bromo sebagai sarana penyucian diri sebelum melarung sesaji ke kawah.

Pengukuhan Tokoh & Dukun: Diwarnai dengan pengukuhan 3 Dukun Pandita baru serta penyerahan gelar Warga Kehormatan Sesepuh Tengger kepada 10 tokoh penting, termasuk Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I G.P. Alit Jaya.

Makna Teologis: Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, menjelaskan bahwa esensi utama Yadnya Kasada adalah wujud ketaatan spiritual, rasa bakti, dan keikhlasan masyarakat Tengger. Pelarungan hasil bumi menjadi simbol pengorbanan yang tulus sekaligus komitmen menjaga kelestarian alam dan kedamaian sosial.

Wisata Ditutup Total: Demi menjaga kekhusyukan ritual, Balai Besar TNBTS menutup total aktivitas wisata Bromo pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026. Pihak kepolisian juga melarang penggunaan sound system, petasan, dan knalpot bising di area sakral.

Tradisi kuno ini menjadi bukti keteguhan Suku Tengger dalam menjaga warisan leluhur. Melalui sinergi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, harmoni di lereng Gunung Bromo diharapkan tetap terjaga abadi.(Fen/Red)

18 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →