SURABAYA java66news.com – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Surabaya seakan tak pernah surut. Gema sholawat dan pengajian senantiasa mengisi ruang keagamaan warga, baik dalam skala kecil maupun besar.
Semangat tersebut tampak jelas pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Jamaah Yasin & Tahlil Al Mustaqim RW 03, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, pada Minggu malam (28/9/2026).
Dalam sambutannya, Ketua RW 03 Kelurahan Gundih sekaligus Ketua Jamaah Yasin & Tahlil Al Mustaqim, Totok Winarko, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah dan warga di sekitar Balai RW 03 yang telah bahu-membahu memberikan bantuan, baik berupa tenaga, dana, maupun pikiran demi terlaksananya kegiatan ini,” ujar Totok.
Acara keagamaan ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, H. Tri Didik Adiono, S.Sos. Dalam arahannya, pria yang akrab disapa Abah Didik Bledeg ini mengajak warga untuk senantiasa menjaga kebersamaan dan kerukunan.

“Di tengah situasi bangsa dan negara yang sedang banyak tantangan, warga diharapkan tetap rukun, saling menghargai, dan mengedepankan rasa tepo seliro (tenggang rasa). Jangan sampai kita mudah terpecah belah,” pesan Abah Didik.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh pengasuh Ponpes Pengenalan Diri Syifaul Qulub Kedungdoro Surabaya, KH. MS Chudhlori, S.Ag. Dalam ceramahnya, Abi Chudhlori memaparkan tiga prinsip utama ajaran Rasulullah SAW agar kehidupan umat Islam tertata dan hajatnya dikabulkan oleh Allah SWT:
Memperbaiki Sholat: Umat Islam diimbau menjaga sholat fardhu lima waktu dan menyempurnakannya dengan sholat sunnah. Sholat yang baik akan menjadi benteng dari perbuatan keji dan mungkar.
Birrul Walidain: Berbakti, menghormati, dan mencintai kedua orang tua, terutama ibu. Menjaga perasaan orang tua dan tidak durhaka menjadi kunci keberkahan hidup.
Jihad fi Sabilillah: Di era sekarang, jihad tidak hanya dimaknai sebagai perang fisik, melainkan perjuangan menjaga kerukunan, bekerja sama dalam kebaikan, serta mendukung kegiatan syiar Islam.
“Jika tiga prinsip ini kita pegang teguh dan laksanakan, insyaallah kehidupan umat Islam akan tertata serta meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat,” tutur Abi Chudhlori sebelum menutup tausiyahnya dengan sholawat dan doa bersama.
Seusai acara, Abah Didik Bledeg menyampaikan kepada awak media java66news.com komitmennya untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan keagamaan, di tengah padatnya agenda kedewanan.
“Anggota Dewan itu hakikatnya adalah pelayan masyarakat, bukan pejabat yang minta dilayani. Oleh karena itu, dalam kondisi apa pun kita harus selalu turun ke bawah mendengarkan dan mendampingi warga,” tegasnya. (Edy/Ebs)
