PASURUAN,(java66news.com) – Pendidikan tinggi dan kesuksesan duniawi seringkali membuat seseorang lalai akan akar keberhasilannya. Fenomena ini memantik perhatian khusus dari Abuyya Hasan Syaibah, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah, Bangil, Pasuruan.
Dalam sebuah pesan penuh hikmah yang disampaikannya baru-baru ini, Abuyya menekankan bahwa pendidikan orang tua—seberapa pun sederhananya—tetaplah fondasi utama bagi seorang anak. Beliau mengingatkan bahwa pengalaman orang tua dalam membesarkan anak hingga berhasil adalah bukti nyata yang tidak bisa ditandingi oleh sekadar teori di bangku sekolah.
Doa Orang Tua Menembus Langit
Abuyya Hasan Syaibah menggarisbawahi kekuatan spiritual dari restu orang tua. Menurutnya, menghargai orang tua dengan bakti dan ketaatan adalah bentuk terima kasih yang mutlak.
“Doa orang tua itu menembus langit, sebagaimana doa para Nabi kepada umatnya. Bahkan, doa tersebut lebih mustajab daripada doa 70 Wali Kutub,” tegas Abuyya dalam pesannya.
Beliau menyayangkan banyaknya anak yang sukses secara intelektual namun “kosong” secara spiritual karena merasa sudah pandai. Akibatnya, mereka menjalankan segala sesuatu tanpa melibatkan doa restu orang tua, yang berujung pada hilangnya keberkahan dalam hidup.
Pentingnya Fondasi Ilmu Agama
Lebih lanjut, Abuyya juga memberikan pengingat bagi para orang tua. Beliau menyampaikan bahwa karakter atau akhlak anak yang kurang baik seringkali berakar dari kelalaian orang tua dalam memberikan pendidikan agama sejak dini.
“Silakan didik anakmu setinggi langit, tapi fondasi ilmu agama jangan dilalaikan. Dari ilmu agamalah ditentukan ketaatan dan bakti seorang anak kepada orang tuanya,” lanjutnya.
Beliau menutup pesannya dengan nasihat agar orang tua tidak hanya fokus pada sekolah umum, tetapi juga berani memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan agama atau pesantren agar memiliki akhlak yang mulia.(Red)
