Optimalkan Deteksi Dini Konflik Keagamaan, KUA Tutur Gelar Giat EWS di Kayukebek dan Ngadirejo

Admin · 6 Mei 2026, 18:42 WIB · 60 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Optimalkan Deteksi Dini Konflik Keagamaan, KUA Tutur Gelar Giat EWS di Kayukebek dan Ngadirejo

PASURUAN,

(java66news.com) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tutur menunjukkan komitmennya dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui penguatan fungsi penyuluh. Terhitung sejak Selasa hingga Rabu (5-6 Mei 2026), KUA Tutur melaksanakan giat monitoring dan penguatan Early Warning System (EWS) yang difokuskan di wilayah Desa Kayukebek dan Desa Ngadirejo.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi sedini mungkin potensi konflik sosial maupun keagamaan yang mungkin muncul di tengah masyarakat. Dengan pendekatan humanis, tim dari KUA Tutur turun langsung berkoordinasi dengan perangkat desa serta tokoh-tokoh lintas agama di kedua desa tersebut.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Sinergi Tokoh Lintas Agama

Dalam giat yang berlangsung selama dua hari ini, sejumlah petugas diterjunkan langsung ke lapangan, antara lain Endang, Dewi Masruro, Al Farida, dan Syaifuddin. Para petugas melakukan diskusi mendalam dengan para tokoh agama dari unsur Islam, Hindu, dan Kristen.

Diskusi ini bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarumat beragama. Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai keyakinan ini menjadi simbol kuatnya toleransi di wilayah Kayukebek dan Ngadirejo.

Kepala KUA Tutur, Bustomi Latif Rozi, S.Ag., menyampaikan bahwa langkah preventif yang dilakukan oleh para petugas dengan merangkul seluruh elemen agama ini jauh lebih efektif dalam menjaga stabilitas wilayah.

“EWS bukan sekadar pengawasan, melainkan bentuk hadirnya negara di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman. Melalui diskusi dengan tokoh Islam, Hindu, dan Kristen, kami memastikan bimbingan keagamaan di Desa Kayukebek dan Ngadirejo tetap berjalan sesuai koridor moderasi beragama,” ujar Bustomi Latif Rozi.

Fokus pada Moderasi Beragama

Selain memetakan potensi kerawanan, tim KUA juga memberikan edukasi terkait pentingnya moderasi beragama. Hal ini dianggap krusial mengingat dinamika sosial di wilayah Kecamatan Tutur yang memiliki karakteristik masyarakat religius namun sangat heterogen.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam giat dua hari ini meliputi:

Pemetaan paham keagamaan yang berkembang di tingkat desa.

Koordinasi aktif antara tokoh agama dengan pihak berwenang.

Penyuluhan langsung mengenai pentingnya hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati antarwarga.

Giat yang berlangsung selama dua hari ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari warga di kedua desa. Dengan adanya sistem peringatan dini dan kolaborasi aktif lintas agama, diharapkan Kecamatan Tutur tetap menjadi wilayah yang damai bagi seluruh lapisan masyarakat.(Red)

60 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →