PASURUAN, (java66news.com) – Guna memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini di era modern, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan workshop bertajuk “Transformasi Pembelajaran melalui Growth Mindset & Digitalisasi Pembelajaran”.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan di Hotel View, Prigen, Pasuruan, mulai Selasa (28/04/2026) hingga Rabu (29/04/2026).
Dorong Digitalisasi dan Pola Pikir Maju
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, S.Sos., MM, yang hadir secara langsung memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi para pendidik PAUD.
“Transformasi pendidikan tidak hanya soal alat, tapi soal pola pikir atau growth mindset. Tenaga pendidik di Kabupaten Pasuruan harus siap dengan digitalisasi pembelajaran agar mampu mencetak generasi yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Tri Krisni Astuti di hadapan ratusan peserta.
Senada dengan hal tersebut, Suwarti, S.Pd., M.Pd., yang turut hadir sebagai narasumber/tokoh pendidikan, menekankan bahwa perubahan metode ajar adalah sebuah keharusan.
“Kita harus keluar dari zona nyaman. Pembelajaran digital bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan instrumen untuk membuat materi menjadi lebih interaktif dan mudah diserap oleh anak usia dini,” tambah Suwarti.
Ratusan Peserta Antusias Ikuti Workshop
Di tempat yang sama, Ketua Himpaudi Kabupaten Pasuruan, Khoiriyah,.S.Pd, M.Pd menjelaskan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Mengingat banyaknya jumlah pendidik, kegiatan ini dibagi menjadi dua gelombang demi efektivitas materi.
“Workshop ini diikuti oleh total 632 peserta. Untuk hari pertama (Selasa) diikuti oleh 307 peserta, dan untuk hari kedua (Rabu) akan diikuti oleh 325 peserta,” jelas khoiriyah.
Sementara itu, Suhada’, S.Ag., juga memberikan pandangannya terkait penguatan karakter dalam transformasi digital ini. Menurutnya, aspek spiritual dan moral tetap harus menjadi landasan utama.
“Meski kita bertransformasi ke arah digital, nilai-nilai akhlakul karimah tetap menjadi poin utama dalam mendidik anak usia dini. Digitalisasi harus menjadi jalan untuk mengenalkan kebaikan dengan cara yang lebih modern,” ungkap Suhada’.
Sinergi untuk Masa Depan Anak Bangsa
Pelaksanaan workshop di kawasan sejuk Prigen ini diharapkan mampu memberikan suasana belajar yang kondusif bagi para guru. Dengan adanya sinergi antara Dinas Pendidikan, Himpaudi, serta para pakar pendidikan, diharapkan kualitas pelayanan PAUD di Kabupaten Pasuruan semakin meningkat dan merata.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga sore hari dengan rangkaian materi yang mencakup teknis penggunaan aplikasi pembelajaran hingga strategi memotivasi anak melalui pendekatan psikologi growth mindset.(Red)
