Belajar Kasih Sayang dari Alam: Pesan Mendalam Abuyya M. Hasan Syaibah tentang Fitrah Kemanusiaan

Admin · 29 Apr 2026, 09:16 WIB · 30 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Belajar Kasih Sayang dari Alam: Pesan Mendalam Abuyya M. Hasan Syaibah tentang Fitrah Kemanusiaan

PASURUAN, (java66news.com) – Kasih sayang adalah bahasa semesta yang melampaui logika. Sebuah potret sederhana tentang seekor induk burung yang rela basah kuyup demi melindungi anak-anaknya dari terpaan hujan menjadi pemantik renungan mendalam tentang hakikat cinta kasih dalam kehidupan manusia.

Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah AL-Hasaniyyah Bangil, Abuyya M. Hasan Syaibah, menyampaikan pesan menyentuh mengenai pentingnya merawat fitrah hati nurani. Menurutnya, pengorbanan seekor burung hanyalah satu bagian kecil dari luasnya rahmat Allah SWT yang diturunkan ke bumi.

Manifestasi Kasih Sayang

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Abuyya menjelaskan bahwa naluri perlindungan yang ditunjukkan hewan adalah cerminan dari kasih sayang yang lebih besar: kasih sayang orang tua kepada anak, guru kepada murid, hingga cinta Rasulullah SAW kepada umatnya.

“Hanya orang yang hatinya mati dan tertutup nafsu dosa yang kehilangan empati serta kasih sayang,” ungkap Abuyya dalam pesan spiritualnya. Ia menekankan bahwa fitrah sebagai hamba Tuhan seharusnya membuat seseorang selalu aktif menebar kelembutan, sebagaimana Rasulullah memandang umatnya dengan penuh cinta.

Cinta yang Memperbaiki, Bukan Menghakimi

Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah bagaimana memandang sesama manusia. Abuyya mengajak masyarakat untuk melihat orang lain dengan kacamata kasih, bukan kebencian atau penghakiman.

Tanpa Sekat: Cinta yang tulus tidak membedakan antara mereka yang ahli ibadah maupun yang masih bergelimang dosa.

Upaya Penyelamatan: Selama ada cinta di hati, seseorang akan selalu berusaha agar sesamanya tidak tersentuh oleh “neraka” kehidupan maupun akhirat.

Sikap Syukur: Jika seseorang ditakdirkan menjadi ahli ibadah, itu adalah anugerah yang harus disyukuri, sebab pada hakikatnya tidak ada manusia yang bercita-cita menjadi pendosa jika mereka memiliki pilihan.

Menginspirasi dan Mencerdaskan

Melalui pesan ini, Java66news.com mengajak pembaca untuk kembali “memupuk” hati dengan kelembutan. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali memicu perpecahan, memandang sesama sebagai makhluk yang sama-sama memiliki ketentuan dari-Nya adalah kunci kedamaian sosial.

“Mari kita pandang sesama dengan cinta, karena pada hakikatnya manusia itu sama. Hanya ketentuan-Nya yang membedakan jalan hidup kita,” tutup pesan tersebut.

Penulis: Tim Redaksi Java66news.com

Narasumber: Abuyya M. Hasan Syaibah (Pengasuh Ponpes Arrahmah AL-Hasaniyyah Bangil)

30 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →