PASURUAN, (java66news.com) – Perhelatan akbar Apel Bersama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) Provinsi Jawa Timur di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (16/5/2026) kemarin, sukses menyisakan cerita perjuangan yang luar biasa. Di balik gemuruh stadion yang “dicoklatkan” oleh puluhan ribu pendidik, ada dedikasi tanpa lelah dari rombongan Kabupaten Pasuruan yang dipimpin langsung oleh tokoh perempuan yang tengah naik daun, Ilmiatul Hasanah, S.Ag, M.Pd.I.
Sebagai Ketua KKGPAI Kabupaten Pasuruan—yang akrab disapa Ning Ilmia atau dikenal luas oleh publik sebagai “Bu Nyai Viral Pasuruan”—beliau menjadi aktor intelektual sekaligus penggerak utama di balik layar. Dengan karisma dan ketegasannya, ia berjuang habis-habisan demi memastikan seluruh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) jenjang SD se-Kabupaten Pasuruan bisa hadir seratus persen tanpa ada yang tertinggal.
Diplomasi Kilat dan “Drama” Penolakan di Lapangan
Perjuangan sang Bu Nyai Viral ini dimulai seminggu sebelum acara. Ia bergerak cepat melakukan gerilya birokrasi, menghadap langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Ibu Tri Krisni Astuti, S.Sos, M.M., serta jajaran Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Diplomasi tersebut berbuah manis; Dinas Pendidikan memberikan dukungan penuh berupa Surat Dispensasi resmi untuk seluruh GPAI SD se-Kabupaten.
Namun, tantangan sesungguhnya justru muncul dari internal. Di tengah persiapan yang mepet, salah satu kecamatan mendadak menyatakan enggan berangkat karena kendala teknis. Kabar ini sempat memukul mental panitia daerah.
Tak mau pasrah, Ilmiatul Hasanah langsung turun tangan melakukan pendekatan persuasif yang intens. Baginya, tidak boleh ada satu pun kecamatan yang absen dalam momentum bersejarah ini. Berkat kepemimpinan dan sentuhan personalnya yang khas, ego sektoral tersebut berhasil luluh, dan seluruh kecamatan sepakat untuk berangkat kompak dalam satu komando.
“Jujur, ada sentuhan drama di balik layar sebelum kami benar-benar bisa berkumpul di GBT. Mulai dari kecemasan kuota, sinkronisasi jadwal, tantangan logistik, hingga hal-hal teknis yang sempat menguras air mata dan energi,” ungkap Bu Nyai Viral Pasuruan tersebut saat mengingat ketegangan masa persiapan.
Ketegangan itu akhirnya pecah menjadi tangis haru. Saat hari pelaksanaan, Ning Ilmia menyaksikan langsung total 600 GPAI SD Kabupaten Pasuruan berhasil menembus barikade stadion dan menduduki tribun GBT dengan selamat.
Buah Manis Gotong Royong Semua Pihak
Rintangan dan dinamika emosional tersebut akhirnya terkikis habis oleh semangat militansi para guru yang terakar dari kepemimpinan Ning Ilmia. Kesuksesan Kabupaten Pasuruan dalam menyemarakkan Apel Akbar ini diakui beliau sebagai buah dari gotong royong dan komitmen tinggi dari seluruh elemen terkait.
“Alhamdulillah, berkat doa, kerja keras, dan dukungan luar biasa dari semua pihak—baik dari jajaran Kemenag, Dinas Pendidikan, pengurus KKG tingkat kecamatan, hingga para guru PAI yang begitu militan—semua kendala bisa teratasi. Hasilnya, Pasuruan sukses menunjukkan peran aktifnya di Surabaya,” tutur Ilmiatul Hasanah dengan penuh rasa syukur.
Mengguncang GBT Surabaya
Kehadiran total 600 delegasi Guru PAI dari Kabupaten Pasuruan di Stadion GBT memberikan warna tersendiri. Mengenakan atribut khas dan membawa komitmen yang membumbung tinggi, mereka melebur bersama puluhan ribu guru PAI se-Jawa Timur.
Kehadiran massal ini menjadi momentum penting bagi KKGPAI Pasuruan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, profesionalisme, serta penguatan karakter moderasi beragama di lingkungan sekolah dasar.
Suksesnya partisipasi ini tidak hanya menjadi pembuktian kekompakan KKGPAI Kabupaten Pasuruan di bawah komando Ilmiatul Hasanah, tetapi juga menjadi penegas bagaimana pengaruh positif sang “Bu Nyai Viral” mampu menggerakkan massa dan memajukan mutu pendidikan agama Islam di daerah. (Red)
