JAKARTA — Sebuah perusahaan rintisan berbasis kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia berhasil menutup putaran pendanaan Seri B senilai 45 juta dolar AS atau setara dengan lebih dari Rp 700 miliar. Pendanaan ini dipimpin oleh konsorsium investor global dari Singapura, Jepang, dan Amerika Serikat.
Dengan valuasi yang melonjak pasca-pendanaan ini, perusahaan tersebut kini resmi berstatus unicorn, menjadikannya perusahaan AI unicorn pertama yang lahir dari Indonesia dan Asia Tenggara.
Produk Unggulan
Startup ini mengembangkan platform AI yang berfokus pada pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah di Nusantara. Platform mereka telah digunakan oleh lebih dari 200 perusahaan di 15 negara untuk otomasi layanan pelanggan dan analisis dokumen.
Rencana Penggunaan Dana
CEO perusahaan menyampaikan bahwa dana segar ini akan digunakan untuk memperluas tim riset dan pengembangan, membuka kantor regional di Kuala Lumpur dan Bangkok, serta memperkuat infrastruktur komputasi untuk melatih model AI skala besar.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa di bidang AI, terutama karena keragaman bahasa dan budayanya yang membutuhkan solusi yang sangat terlokal,” ujar sang CEO dalam wawancara eksklusif dengan BeritaKini.
Dampak bagi Ekosistem Startup
Pencapaian ini disambut antusias oleh komunitas startup Indonesia. Para pelaku industri berharap keberhasilan ini dapat menarik lebih banyak investor asing untuk melirik ekosistem teknologi Indonesia yang terus berkembang pesat.
