JAKARTA — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi secara resmi meluncurkan kurikulum berbasis kecerdasan buatan (AI Literacy Curriculum) yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, dimulai tahun ajaran 2026/2027.
Kurikulum baru ini dirancang untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi era digital yang semakin didominasi oleh teknologi kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kehidupan.
Konten Kurikulum
Untuk tingkat SD, materi difokuskan pada pengenalan konsep dasar komputasi dan logika berpikir komputasional. Sementara di tingkat SMP, siswa akan belajar algoritma dasar, pemrograman visual, dan etika penggunaan teknologi.
Di jenjang SMA, kurikulum mencakup machine learning, analisis data, dan pengembangan aplikasi berbasis AI sederhana. Siswa juga akan diajarkan tentang dampak sosial dan etika AI dalam kehidupan bermasyarakat.
Kesiapan Guru
Sebagai persiapan implementasi, Kemdikbudristek telah menyiapkan program pelatihan intensif untuk 250.000 guru di seluruh Indonesia. Pelatihan ini akan dilaksanakan secara hybrid melalui platform digital dan workshop langsung di 34 provinsi.
Menteri Pendidikan menegaskan bahwa ini bukan tentang menggantikan peran guru dengan AI, melainkan tentang mempersiapkan guru untuk bisa memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif.
